Ini Strategi Penerapan Data Protection untuk Mematuhi UU PDP

Share This Post

Di era digital, keamanan data perusahaan menjadi fokus utama bagi banyak perusahaan. Ancaman cybercrime, seperti hacking, semakin merajalela, mengancam keberlangsungan bisnis dengan potensi kebocoran data yang berharga. Tidaklah mengherankan bahwa data protection menjadi hal yang krusial dalam menjaga integritas dan reputasi perusahaan.  

Namun, seberapa pentingkah langkah-langkah ini? Bagaimana Anda dapat memastikan bahwa data kita terlindungi dengan baik? Tantangan terbesar dalam menjaga keamanan data datang dari kurangnya kesadaran akan privasi dan kurangnya regulasi yang efektif. Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang sudah disahkan sebagai upaya untuk mengatasi masalah ini, tetap saja masih kurang dalam menanggulangi ancaman siber. 

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana perusahaan dapat menghadapi tantangan dalam menjaga keamanan data, khususnya menghadapi ancaman serangan siber yang semakin berkembang.  

Apa itu Data Protection?

Data protection adalah serangkaian kebijakan, prosedur, dan teknologi yang dirancang untuk melindungi informasi sensitif dan pribadi dari akses, penggunaan, atau pengungkapan yang tidak sah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa data diproses, disimpan, dan ditangani dengan cara yang aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku serta standar keamanan yang ditetapkan. 

Proteksi data mencakup aspek-aspek seperti enkripsi, kontrol akses, pemantauan aktivitas pengguna, kebijakan privasi, serta tindakan pencegahan dan respons terhadap insiden keamanan. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga privasi individu, mencegah kebocoran atau penyalahgunaan data, dan membangun kepercayaan antara perusahaan dan pemegang data. 

Apa Perbedaan Data Protection dan Data Privacy?

Data protection dan data privacy sering kali digunakan secara bergantian, tetapi keduanya memiliki perbedaan sesuai fungsinya masing-masing, seperti: 

Data Protection 

Data protection (proteksi data) mengacu pada upaya untuk melindungi data dari kebocoran, akses yang tidak sah, kerusakan, atau penggunaan yang tidak sah. Ini mencakup langkah-langkah teknis, kebijakan, dan prosedur yang dirancang untuk menjaga keamanan dan integritas data. 

Fokus utamanya adalah pada pengamanan dan keamanan data, termasuk enkripsi, kontrol akses, pemantauan keamanan, dan tindakan pencegahan terhadap ancaman siber. 

Data Privacy 

Sedangkan, data privacy (privasi data) berkaitan dengan hak individu untuk memiliki kendali atas informasi pribadi mereka. Ini mencakup bagaimana data pribadi dikumpulkan, digunakan, disimpan, dan dibagikan oleh organisasi atau entitas lain. 

Fokus utamanya adalah pada pelindungan privasi individu, termasuk kepatuhan terhadap undang-undang pelindungan data, seperti GDPR di Uni Eropa, CCPA di Amerika Serikat, serta UU PDP di Indonesia. 

Jadi, sementara data protection berfokus pada keamanan dan integritas data secara keseluruhan, data privacy lebih menekankan pada pelindungan privasi individu dan pengendalian atas penggunaan data pribadi mereka. Meskipun keduanya saling terkait dan sering kali diterapkan bersama-sama, perbedaan ini penting untuk dipahami dalam konteks pelindungan dan manajemen data. 

5 Prinsip Dasar Data Protection

data protection

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut adalah lima prinsip dasar dalam proteksi data: 

1. Keterbukaan (Transparency) 

Perusahaan harus jujur dan terbuka tentang cara mereka mengumpulkan, menggunakan, dan membagikan data individu. Mereka harus memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada individu tentang praktik mereka terkait data. 

2. Keterbatasan Penggunaan Tujuan (Purpose Limitation) 

Data hanya boleh dikumpulkan dan digunakan untuk tujuan yang spesifik dan sah, yang telah diberitahukan kepada individu. Penggunaan data diluar tujuan tersebut memerlukan persetujuan tambahan dari individu yang bersangkutan. 

3. Keterbatasan Penyimpanan (Storage Limitation) 

Data hanya boleh disimpan selama diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Setelah tidak diperlukan lagi, data harus dihapus atau di-anonimkan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. 

4. Ketepatan Data (Accuracy)

Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa data yang mereka proses adalah akurat dan diperbarui secara berkala. Langkah-langkah harus diambil untuk memperbaiki atau menghapus data yang tidak akurat. 

5. Keamanan Data (Data Security)

Perusahaan harus mengimplementasikan langkah-langkah teknis dan organisasional yang sesuai untuk melindungi data dari akses yang tidak sah, kerusakan, atau penggunaan yang tidak sah. Ini termasuk enkripsi data, kontrol akses yang ketat, pemantauan keamanan, dan pelatihan karyawan yang sesuai. 

Prinsip-prinsip ini membentuk dasar bagi kebijakan dan praktik proteksi data yang efektif dan sesuai dengan regulasi privasi yang berlaku. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, perusahaan dapat menjaga privasi dan keamanan data individu dengan baik. 

Solusi Data Protection dan Kepatuhan UU PDP dari NetApp

Pelaksanaan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) di Indonesia menandai langkah yang signifikan dalam pelindungan data pribadi. Bisnis yang beroperasi di Indonesia saat ini diwajibkan untuk mematuhi regulasi ketat tentang pengumpulan, pemrosesan, dan pengamanan data pribadi.  

NetApp, sebagai pemimpin global dalam layanan data hybrid-cloud, menawarkan solusi anti-ransomware dan data protection yang tidak hanya membantu mengatasi ancaman yang semakin kompleks, tetapi juga membantu perusahaan memenuhi persyaratan UU PDP ini. 

Bagaimana NetApp Membantu Organisasi Mematuhi UU PDP?

Bagaimana NetApp Membantu Organisasi Mematuhi UU PDP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Teknologi anti-ransomware dari NetApp memberikan kerangka kerja yang kuat untuk melindungi data pribadi sensitif dari ancaman. Teknologi ini memanfaatkan solusi pencadangan dan pemulihan data tingkat lanjut yang menjamin integritas dan ketersediaan data, bahkan jika terjadi serangan. Kemampuan ini sejalan dengan persyaratan UU PDP untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pribadi. 

Selain itu, berikut beberapa rangkuman keuntungan teknologi anti-ransomware dari NetApp: 

Teknologi Anti-Ransomware

NetApp menggunakan teknologi anti-ransomware dengan solusi pencadangan dan pemulihan data tingkat lanjut.  Fitur Immutable Snapshot, bagian dari teknologi ini, membuat salinan data yang tidak dapat diubah (immutable), memastikan integritas data dan memungkinkan pemulihan data yang cepat dan andal. Hal ini sejalan dengan persyaratan UU PDP untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pribadi.  

Kontrol Akses 

NetApp mengontrol akses data dengan ketat, memenuhi persyaratan UU PDP dan menggunakan Multi-Factor Authentication (MFA) untuk keamanan tambahan. Fitur ini memastikan hanya pihak berwenang yang dapat mengakses, mengubah, atau memproses data. 

Enkripsi Data

NetApp menawarkan enkripsi data melalui fitur NetApp Volume Encryption (NVE) untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data pribadi. NVE memberikan kontrol yang detail atas data yang dienkripsi, memungkinkan pengoptimalan penggunaan sumber daya penyimpanan. Tanpa memerlukan hard disk yang spesifik untuk enkripsi, NVE memberikan fleksibilitas dalam pemilihan hard disk tanpa mengurangi keamanan data. Pendekatan enkripsi NVE memungkinkan bisnis untuk menjadi lebih strategis dalam melindungi data mereka, sesuai dengan persyaratan UU PDP. 

Pemantauan dan Pelaporan Komprehensif 

Solusi NetApp, seperti BlueXP, memberikan pemantauan dan pelaporan komprehensif untuk mendeteksi dan merespons serangan ransomware sesuai dengan UU PDP. BlueXP menawarkan alur kerja otomatis yang cerdas untuk mengoordinasikan dan melaksanakan pertahanan komprehensif yang difokuskan pada beban kerja. Dengan analisis yang didukung oleh AI, BlueXP secara real-time mendeteksi serangan ransomware, memberikan bisnis kecerdasan yang diperlukan untuk merespons dengan cepat.  

Kepatuhan Terhadap Peraturan

NetApp memudahkan kepatuhan terhadap UU PDP dengan fitur seperti SnapLock ONTAP yang mendukung aturan dan regulasi yang sesuai. Teknologi ini menyediakan fitur WORM untuk mencegah data dari pengubahan atau penghapusan selama periode penyimpanan tertentu. Fitur ini membantu bisnis memenuhi persyaratan hukum terkait keamanan informasi, dengan memastikan data tidak dapat diubah dan memberikan jejak audit. Ini penting bagi sektor yang menangani informasi sensitif seperti keuangan, publik, dan kesehatan. 

Dengan fitur-fitur ini, NetApp tidak hanya melindungi data pribadi dan sensitif, tetapi juga memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang relevan, seperti UU Nomor 27 Tahun 2022. 

 

Konsultasikan Strategi Data Protection Anda dengan MBT

Sebagai authorized distributor NetApp, Mega Buana Teknologi (MBT) memiliki teknisi IT specialist berpengalaman dan membantu Anda menghindari trial and error saat menerapkan solusi NetApp ASA. Dukungan IT 24/7 akan membantu Anda mendapatkan layanan komprehensif saat sebelum hingga setelah solusi diimplementasikan.  

Hubungi kami di sini untuk dapatkan info lebih lanjut mengenai sejumlah keunggulan dari solusi NetApp ASA. Mulailah perjalanan meningkatkan keamanan data perusahaan Anda sekarang.

 

Penulis: Achmad Badaruddin – Product Specialist MBT 

Editor: Ary Adianto – Content Writer CTI Group 

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best